Home Tips 5 Trik Memotret Keindahan Milky Way

5 Trik Memotret Keindahan Milky Way

8 min read
0
0
46

Apa itu Milky Way? Secara sederhana, banyak orang yang mengartikan Milky Way sebagai bintang yang bertaburan di angkasa yang luas. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah karena memang Milky Way terdiri dari banyak bintang-bintang di angkasa. Namun sebenarnya Milky Way itu sendiri adalah galaksi yang di sekitarnya terdapat sistem tata surya termasuk sistem tata surya yang kita tempati saat ini.

Sebelum anda mengetahui cara memotret milky way, pernahkah anda mendengar mengenai astrofotografi?

Nah cabang ilmu fotografi itu cukup banyak, salah satunya adalah astrofotografi. Astrofotografi secara bahasa terdiri dari astronomi dan fotografi dimana astronomi adalah ilmu yang mempelajari benda-benda di angkasa dan fotografi secara singkat adalah ilmu yang dmempelajari mengenai foto.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa astrofotografi adalah ilmu mengenai memotret benda-benda langit seperti bintang, bulan, komet, galaksi.

Baca juga:

Foto milky way di Watu Mabur. Sumber : Instagram @addienesia
Foto milky way di Watu Mabur. Sumber : Instagram @addienesia

Sebagaimana kita ketahui bumi ini berada pada orbit galaksi bimasakti atau milky way dalam bahasa inggris. Cara memotret milky way merupakan salah satu teknik yang banyak dicari dalam astrofotografi yang banyak diminati oleh berbagai kalangan.

Tidak perlu menggunakan kamera digital, anda juga bisa menggnakan kamera smartphone untuk memotret milky way dengan baik. Penasaran bagaimana cara memotret milky way dengan hasil yang sempurna? Berikut adalah ulasannya.

1. Perhatikan Waktu

  • Syarat utama

    untuk mampu melihat dan memotret milky way adalah saat malam hari. Anda tidak akan bisa mengambil foto milky way saat siang hari, karena cahaya matahari jauh lebih kuat.

  • Syarat kedua

    adalah ketiadaan bulan, sinar bulan, terutama saat purnama akan membuat milky way akan sangat sulit untuk terlihat. Carilah saat fase bulan mati, sehingga sepanjang malam anda tidak menjumpai sinar bulan. Saat inilah langit akan bebas dari cahaya bulan, kemudian cahaya milky way dapat anda saksikan dengan jelas. Anda bisa menggunakan aplikasi kalender bulan yang tersedia untuk smartphone anda untuk mengetahui kapan bulan mati dan kapan bulan purnama.

  • Syarat ketiga

    adalah melihat waktu kapan milky way terbit atau mulai muncul. Milky way selalu bergerak dari timur menuju barat dengan arah selatan sebagai porosnya. Menurut hafalan kasar saya, milky way memiliki pola terbit yang berbeda setiap bulannya. Pada bulan awal, semisal Januari, Februari, Maret, April, dan sekitarnya milky way mulai nampak sekitar pukul 01.00 hingga 04.00. Sedangkan pada bulan September, Oktober, November dan sekitarnya, biasanya milky way mulai muncul sekitar jam 19.00 . Anda bisa menggunakan aplikasi pada smartphone anda seperti Stelarium, Starchart untuk mengetahui waktu terbitnya milky way dari lokasi yang telah ditentukan.

  • Syarat terakhir

    adalah saat langit cerah, tidak tertutupi awan tebal atau hujan. Maka Anda bisa melihat langit dengan cerah tanpa tutupan awan, serta dihiasi oleh bintang-bintang.

2. Pemilihan Lokasi

Syarat pemilihan lokasi adalah pada derah yang bebas polusi cahaya, semisal pantai yang menghadap samudra lepas, gunung yang jauh dari perkotaan, atau desa terpencil yang tidak terkena meriahnya cahaya lampu. Hindari memotret dari perkotaan karena cahaya kota membuat cahaya bintang tidak nampak dengan jelas. Pastikan Anda mencari milky way di arah selatan.

3. Alat yang Diperlukan

  • Kamera DSLR atau Mirrorless dengan kemampuan ISO yang baik
  • Lensa sudut lebar dengan bukaan lebar
  • Tripod
  • Senter
  • Secangkir kopi dan cemilan

4. Pengaturan Kamera

  • Setting lensa pada manual fokus infinity. Kalau di lensanya sudah ada distance scale, biasanya berbentuk simbol angka delapan tengkurap 
  • Gunakan F terlebar dari lensa, misal F2.8, F3,5, F4
  • Gunakan White Balance antara 4000-5000 Kelvin
  • Setting Shutter Speed pada kecepatan 30 detik
  • Gunakan ISO 1600 atau 3200
  • Gunakan Mode Picture Style Landscape

5. Praktik Pemotretan

  • Letakkan kamera pada tripod yang sudah dipersiapkan
  • Posisikan kamera ke arah milky way, kira-kira saja terlebih dahulu karena kondisi gelap kita tidak bisa melihat langsung komposisi foto di layar kamera
  • Gunakan Cable Release Shutter untuk memotret atau gunakan mode timer untuk menghindari getaran pada kamera
  • Jika sudah terlihat hasilnya pada layar kamera, maka kita dapat mengkoreksinya
  • Lakukan perubahan angle kamera jika posisi milky way pada hasil pertama tadi belum bagus
  • Lakukan perubahan setting kamera pada white balance dan ISO jika masih belum sesuai
  • Jika sudah mendapatkan komposisi dan exposure yang pas, lakukan eksplorasi dengan menambahkan objek lain pada komposisi foto anda
  • Lakukan trial and error dengan berbagai cara, seperti menggunakan senter, menggunakan flash, atau menggunakan steelwool
  • Selamat mencoba!

Baca juga:

Berikut beberapa hasil percobaan saya di Watu Mabur, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Foto milky way dengan tambahan senter. Sumber : Instagram @addienesia
Foto milky way dengan tambahan senter. Sumber : Instagram @addienesia

 

Foto milky way dengan tambahan objek manusia. Sumber : Instagram @addienesia
Foto milky way dengan tambahan objek manusia. Sumber : Instagram @addienesia

Baca juga artikel menarik lainnya Addienesia.

Load More Related Articles
Load More By Muhammad Nurudin
Load More In Tips