357 Tumpeng Meriahkan Dhahar Kembul Tumpengan Pancasila

5 min read
0
141

YOGYAKARTA – Ada yang berbeda pada Selasa Wage (7/8) pukul 18.00 – 21.00 WIB di Malioboro, selain tidak adanya pedagang kaki lima di sepanjang pedestrian jalan Malioboro. Sebuah panggung berdiri di seberang kantor Gubernur DIY atau sering di sebut Kepatihan.

Acara Dhahar Kembul Tumpengan Pancasila diselenggarakan di panggung tersebut dan di sepanjang pedestrian jalan Malioboro, mulai dari Hotel Inna Garuda Yogyakarta hingga Titik 0 Kilometer Jogja yang dibagi dalam 17 titik. Serta jumlah tumpeng mencapai 357 buah yang disumbangkan dari instansi pemerintahan, organisasi, dan perseorangan.

 

Acara ini digagas oleh Keluarga Alumni Gajah Mada (KAGAMA), Ikatan Alumni UII dan Kwarda Pramuka DIY, serta panitia kolaborasi yang terdiri dari Pusat Studi Pancasila UGM, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta DIY, Karang Taruna DIY, Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK DIY), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI DIY), Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I DIY), Eksis Komunika, Galang Press, Sekber Keistimewaan DIY dan di dukung Pemerintah Daerah DIY dan PT. Astra Tbk.

Tidak hanya itu, ada pula relawan yang membantu menyukseskan acara yang sudah dimulai rangkaiannya “KITA PANCASILA“ sejak 1 Juni 2018 dan puncaknya akan jatuh pada tanggal 25 Agustus 2018. Panitia mengusung tema Dhahar Kembul “Tumpengan Pancasila, Sri Sultan Hamengku Buwono X Lesehan Bersama Rakyat“, tadi malam menarik ratusan masyarakat Jogja.

Tidak hanya Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku Gubernur DIY yang hadir, ada pula Gusti Kanjeng Ratu ( GKR ) Hemas, Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati ( KGPA ) Aryo Paku Alam X beserta istri, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Dewan Pusat IKA UII Prof. Dr. Mahfud MD, GKR Mangkubumi, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di DIY.

 

Acara tersebut bertujuan mengajak masyarakat untuk menggelorakan kembali nilai-nilai Pacasila sebagai dasar negara Indonesia. Ada pula pertunjukan Marching Band dari Kampus UII dan UPN serta tari-tarian dalam rangka memeriahkan acara Dhahar Kembul Tumpengan Pancasila. Setelah itu ada sambutan dari Sri Sultan Hamengku Buwono X yang mengawali acara Dhahar Kembul Tumpengan Pancasila dengan memotong tumpeng secara simbolis dan memberikannya kepada Bapak Prof. Dr. Mahfud MD didampingi oleh Bapak Ganjar Pranowo dan GKR Mangkubumi di atas panggung.

Bagian paling menarik dari acara ini adalah panitia meminta masyarakat yang menonton dan mengikuti acara ini duduk lesehan di sepanjang pedestrian dan di tengah jalan Malioboro. Tak luput juga para aparat yang mengamankan seperti Kepolisian, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan, Jogoboro dan aparat keamanan lainnya juga ikut duduk lesehan sehingga seluruh aktivitas di panggung hiburan maupun panggung tamu undangan dapat terlihat jelas oleh masyarakat yang hadir.

Tumpeng dipilih lantaran dianggap sebagai simbol dari filosofi luhur budaya Jawa yakni “Manunggaling Kawula lan Gusti.” Kehadiran Sri Sultan Hamengku Buwono X, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah DIY dan Forkominda Kabupaten/Kota duduk lesehan di Malioboro bersama rakyat adalah bentuk nyata “golong gilig saiyeg saeko kapti“ antara pimpinan dan masyarakat. Harapannya pemimpin semakin dapat mendengar dan mewujudkan amanat hati nurani rakyat.

Load More Related Articles
Load More By Novinto
Load More In Event