Home Destinasi Digital 30 Pedagang Kuliner Bakal Meramaikan Launching Pasar Ngingrong

30 Pedagang Kuliner Bakal Meramaikan Launching Pasar Ngingrong

7 menit waktu baca
93
Launching Pasar Ngingrong
Launching Pasar Ngingrong

Kreativitas semakin terlihat dan terus ditunjukkan oleh Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Jogja. Setelah sukses dengan Destinasi Digital Pasar Kakilangit, GenPI Jogja kembali menunjukkan performanya untuk meresmikan embrio Destinasi Digital baru.

Berada di jalur yang strategis, yaitu parkiran Geosite Ngingrong, jalur utama menuju kawasan pantai Gunungkidul, destinasi ini terus dipoles dan dimatangkan konsepnya. Pasar Ngingrong ini memang berlokasi di Geosite Ngingrong, Mulo, Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada 8 September 2018, Pasar Ngingrong akan resmi diluncurkan melalui even “Festival Kuliner Gunungkidul” mulai pukul 14.00 – 19.00 WIB. Salah Destinasi Digital milik GenPI Jogja ini begitu cepat berbenah dari embrio menjadi pasar, sejak kedatangan Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Eko Putro Sandjojo, 31 Juli 2018 yang lalu.

Rupanya kehadiran Menteri Pariwisata Arief Yahya membangun motivasi para pedagang di embrio Pasar Ngingrong untuk segera meluncurkan pasar ini secara resmi.

Bupati Gunungkidul, Badingah, beserta Dinas Pariwisata Gunungkidul, PHRI, GenPI Jogja juga dijadwalkan akan ikut meramaikan gelaran yang istimewa peluncuran Destinasi Digital kedua di Jogja ini.

“Konsepnya dikemas dengan acara Festival Kuliner Gunungkidul. Ada berbagai lomba seperti performa lapak, lomba foto Instagram, sekaligus penambahan atraksi Jemparingan di Ngingrong,” ujar Koordinator GenPI Jogja Nunung Elizabeth.

Jemparingan akan menjadi salah satu atraksi utama di Pasar Ngingrong. Lebih lanjut Elza menjelaskan, Pasar Ngingrong merupakan Destinasi Digital di Jogja pertama yang mengolaborasikan Jemparingan.

Dipilihnya Jemparingan menjadi salah satu atraksi bukanlah tanpa sebab. Pasar Ngingrong akan dikembangkan menjadi destinasi yang mengutamakan adventure experience. Nantinya, akan ada wisata susur goa serta flying fox. Tentunya dengan adanya atraksi Jemparingan diharapkan akan semakin menyasar lebih banyak wisatawan.

“Lomba dekorasi lapak meliputi penyajian kuliner, kualitas rasa, dan kreativitas lapak. Supaya lebih efektif dan memudahkan penjurian, lomba yang akan diikuti oleh 30 pedagang dari masyarakat setempat ini dibagi dalam bentuk kelompok. Lomba foto Instagram juga diadakan untuk memeriahkan Pasar Ngingrong di ranah online,” terang Ully Ashidiqi, Koordinator Offline GenPI Jogja, saat diwawancarai pada kesempatan yang berbeda.

Setiap wisatawan dapat mengikuti lomba foto selama acara berlangsung. Berbagai hiburan seperti musik akustik, tari tradisional, penampilan reog, serta gejog lesung akan turut memeriahkan acara saat peresmian berlangsung nanti. Jadi, tunggu apa lagi. Jangan lewatkan Festival Kuliner Gunungkidul di Destinasi Digital Pasar Ngingrong.

Banyak hal yang dipersiapkan menuju peresmian Destinasi Digital ini, memakan waktu  tidak kurang dari tiga minggu, baik dari sisi promosi online, offline, maupun persiapan fisik Destinasi Digital. Persiapan paling lama adalah pembangunan tempat makan yang menghabiskan waktu hingga tiga minggu.

Koordinasi dengan segala pihak pun gencar dilakukan. Tak kalah penting warga menjadi kunci utama suksesnya acara. “Warga adalah kunci dari terselenggaranya kegiatan ini, tanpa warga persiapan fisik pasar tidak mungkin bisa dikebut dalam waktu seminggu. Dinas Pariwisata Gunungkidul, Dinas Pariwisata DIY, dan teman-teman komunitas pun sangat mendukung penuh,” terang Elza.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga ikut mengapresiasi langkah dan ide-ide kreatif yang dimunculkan GenPI. Menurutnya ini merupakan bukti kuatnya Creative Value dari GenPI. GenPI mampu menyuguhkan atraksi-atraksi yang dapat mengundang wisatawan, tanpa meninggalkan tradisi serta budaya tradisional.

“Saya sering menyebutnya 2C, yaitu Creative Value dan Commercial Value. Kreatif dalam mengangkat tema-tema pariwisata di media sosial dari desain, pemilihan kata, sampai pembuatan even. Dan selanjutnya even itu harus menciptakan nilai komersial yang bermanfaat bagi setiap anggota komunitas maupun masyarakat sekitar,” ujar Menpar Arief Yahya.

Belum lama ini Bank Indonesia (BI) menggelar Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah (Rakorpusda) untuk memperkuat sektor pariwisata. Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah (Rakorpusda) ini digelar di Yogyakarta, berlangsung sejak 27 Agustus hingga 30 Agustus 2018.

Rakorpusda ini diadakan dengan mengedepankan semangat Indonesia Incorporated. Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Gubernur BI, Menko Maritim, Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Wakil Menteri Keuangan, Gubernur DIY, Gubernur Jawa Tengah, dan bupati/wali kota seluruh wilayah terkait.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang menjadi narasumber Rakorpusda menyatakan, pariwisata adalah pilihan tepat untuk memperkuat ekonomi Indonesia, di mana pariwisata mampu meningkatkan cadangan devisa negara secara cepat.

Tidak bisa dimungkiri, optimalisasi pengembangan sektor pariwisata menjadi quick wins untuk mengeskalasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sejalan dengan proyeksi Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO).

UNWTO melakukan prediksi bahwa tingginya volume kunjungan hingga 700 juta wisatawan mancanegara ke negara-negara Asia Pasifik pada 2030. “Untuk itu, pemerintah berupaya menangkap peluang melalui pencanangan visi pariwisata pada 2020,” jelas Menteri asal Banyuwangi tersebut.

Muat Lagi Dari Tikha Novita Sari
Muat Lebih Banyak Di Destinasi Digital