Home Tips 2019, Haruskah Pindah Ke Mirrorless?

2019, Haruskah Pindah Ke Mirrorless?

9 menit waktu baca
62

Dulu kalau bicara soal fotografi, selalu yang dibahas adalah DSLR. Sering muncul pertanyaan, “pengen bisa motret nih, bagusnya pake kamera apa?”, jawabnya selalu DSLR. Bahkan dimata masyarakat tertentu DSLR adalah kameranya para professional yang digunakan saat bekerja, selain DSLR masih dianggap amatiran atau bahkan hanya sekedar main-main.

Paradigma seperti itu saat ini mulai terhapuskan dengan kemunculan kamera dengan sistem Mirrorless. Sebenarnya dari dulu sudah ada kamera Mirrorless seperti kamera pocket, namun istilah mirrorless kini melejit berkat kemampuannya untuk gonta-ganti lensa seperti DSLR.

Berikut adalah 10 hal yang harus anda ketahui tentang alasan mengapa harus ganti Mirrorless.

  1. Ukuran dan Berat

Sekarang ini, orang-orang selalu mencari segala sesuatu yang praktis, kecil, nyaman dibawa kemana-mana, ringan dan tentu dengan kemampuan yang mumpuni. Jika kita membandingkan kamera DSLR dengan Mirrorless yang memiliki spesifikasi hampir setara, maka kamera mirrorless akan memiliki dimensi yang lebih kecil.

Sebagai contoh perbandingan, kamera DSLR Canon 60D VS Mirroless Sony a6000, dengan spesifikasi entry level dari kedua merk tersebut, perbandingan dimensi antara kedua kamera tersebut sangatlah jauh.

  1. Lensa

Kamera mirrorless saat ini tak beda dengan DSLR yang bisa gonta ganti lensa, bahkan ukurannya juga lebih kecil daripada lensa DSLR pada umumnya. Line Up lensanya pun sudah sangat lengkap, baik dari merk yang sama dengan kamera atau dari merk pihak ketiga, tinggal kita sesuaikan saja kebutuhan dan budjet kita untuk membelinya. Bahkan beberapa kamera mirrorless dapat menggunakan lensa kamera DSLR dengan bantuan adaptor.

  1. Viewfinder

Pada kamera mirrorless, viewfinder yang digunakan adalah electronic viewfinder, cara kerja elektronic viewfinder (EVF) sebenarnya sama dengan layar LCD, yaitu menyalurkan gambar lewat sensor yang terus menerus aktif. Hanya saja beda penempatan. Penggunaan EVF ini memeliki keunggulan yang lebih dibanding yang optical karena perubahan hasil exposure, apperture, ISO, white balance bisa terlihat langsung oleh sistem. Keuntungan lain menggunakan EVF adalah saat kondisi siang hari yang terik, apabila kita ingin melihat hasil foto yang sudah dijepret melalui layar LCD maka akan silau dan tidak terlihat jelas, dengan adanya EVF maka kita bisa melihat hasil foto didalam EVF sama seperti melihat layar LCD.

  1. Autofokus

Kemampuan autofokus pada mirrorless saat ini sudah sangat mumpuni dan akurat karena didukung dengan processor yang baik. Jumlah titik fokus di kamera mirrorless saat ini sudah bisa mencakup seluruh frame dari pojok ke pojok sehingga akurasi fokusnya lebih baik. Bahkan salah satu produsen kamera mirrorless mengklaim kameranya memiliki autofokus tercepat didunia saat ini.

Sebagai contoh kamera mirrorless terbaru dari Sony yaitu seri a6400 memiliki 425 titik area autofocus hybrid (face & eye tracking) dengan kecepatan focus 0,002 detik. Kemampuan ini sangat jauh dibanding dengan kecepatan fokus pada kamera DSLR.

  1. Continuous Shoot

Ketika memotret objek bergerak dengan kecepatan tinggi, kita pasti menggunakan burst mode agar bisa meng-capture yang banyak. Tanpa cermin, artinya hanya sedikit komponen pada mirrorless yang bergerak untuk menghasilkan satu jepretannya, dan memungkinkan njepret lebih cepat. Beberapa mirrorless bahkan menawarkan burst speed hingga 60fps. Yang perlu diingat di sini adalah burst mode membantu kita mendapatkan banyak gambar ketika ada momen bagus yang lewat, tapi semakin banyak gambar yang anda foto, semakin cepat memori penuh juga, dan anda juga harus memilah satu persatu foto sebanyak itu untuk dapat yang paling bagus.

  1. Video

Banyak para videografer beralih dari DSLR ke mirrorless untuk urusan video. Beberapa keunggulan mirrorless untuk kebutuhan video adalah adanya Image Stabiliser di bodi kamera sehingga meminimalisir goncangan ketika merekam video dengan handheld, frame rate video yang tinggi. Saat ini kamera mirrorless sudah mampu menghasilkan video dengan frame rate hingga 240 fps, resolusi videonya pun dari Full HD hinggan 4K sedangkan kamera DSLR masih belum bisa menghasilkan video dengan kemampuan seperti mirroless. Kamera-kamera mirrorless baru seperti Panasonic Lumix GH5 dan Sony A7S II menjadi kamera yang paling disukai oleh videografer profesional.

  1. Fitur

Kamera mirrorless saat ini tak jauh beda seperti gadget yang memiliki banyak fitur canggih, seperti fitur in Camera App yaitu aplikasi tambahan yang bisa dipasang di dalam kamera, beberapa aplikasi tambahan yang bisa dipasang antara lain Multiple Exposure, Digital Filter, Sky HDR, Photo Retouch, Timelapse, Motionlapse, Smooth Reflection, Light Painting, Star Trail, dll.

  1. Kualitas gambar

Kamera mirrorless bisa menghasilkan kualitas gambar yang lebih baik dan tidak perlu diragukan lagi karena telah menggunakan sensor terbaru dengan kemampuan yang canggih. Kamera mirrorless saat ini juga telah dibekali resolusi yang tinggi sehingga kualitas foto tidak akan pecah meskipun dicetak dalam ukuran besar sampai ukuran baliho sekalipun.

  1. Image Stabiliser in Body and Lens

Beberapa kamera mirrorless sudah dilengkapi dengan image stabiliser body yang sangat membantu ketika dalam pengambilan video atau foto dengan kecepatan rana rendah sehingga meminimalisir gambar shaking. Fitur ini tidak ditemui di kamera DSLR, pada kamera DSLR stabiliser hanya ada pada lensa, sedangkan di kamera mirrorless body dan lensa pun sudah memiliki stabiliser.

  1. Konektifitas

Kamera saat ini sudah menjadi kebutuhan untuk menjaga eksistensi setiap orang. Ketika bepergian ke suatu tempat dan mengambil gambar, maka setiap orang ingin segera meng-upload ke sosial media. Untuk itu saat ini kamera perlu koneksi ke handphone untuk mentransfer foto dari kamera ke handphone. Saat ini kamera mirrorless telah dilengkapi dengan wifi, sehingga tidak perlu takut untuk telat update social media ketika bepergian kemanapun.

Muat Lagi Dari addienesia
Muat Lebih Banyak Di Tips